Puisi Laila Majnun


Mengenang kembali puisi laila majnun yang dapat kita semua jadikan motivasi untuk meromantiskan hubungan denga pasangan dengan memberi puisi laila majnun dimana puisi cinta laila majnun ini berisi kata kata cinta sedih yang bisa membuat seseorang terharu akan kata kata puisinya. dan jika anda penasaran dengan informasi terbaru mengenai isi dari kata kata puisi laila majnun beriku ini bisa anda simak.

Puisi Laila Majnun

Puisi Laila Majnun
==================

Hanya kata “Laila” yang sangat berarti. Ketika orang membicarakan hal lain, majnun akan menutup telinganya dan mengunci mulutnya.

Katakan padanya: “Orang yang telah mengorbankan segalanya untuk-Mu menyampaikan salam dari jauh. Titipkan sehembus nafas-Mu melalui sang angin untuk memberitahu dia bahawa engkau masih memikirkannya.”


“Oh lilin jiwaku... jangan kau siksa diri ku, ketika aku mengelilingimu... kau telah memikatku, kau telah merampas tidurku, akalku juga tubuhku.”


Laila adalah cahaya fajar, Majnun adalah sebatang lilin ...
Laila adalah keindahan, Majnun adalah kerinduan...
Laila menabur benih cinta, Majnun menyiraminya dengan air mata...
Laila memegang cawan anggur cinta, Majnun berdiri mabuk oleh aromanya!!


“Aku bagaikan orang yang kehausan, kau pimpin aku menuju sungai Eufrat, lalu sebelum sempat aku minum, kau menarikku dan kembali ke kawasan panas membara, padang pasir yang tandus !..
Kau mengajakku ke meja jamuan, tapi tidak pernah mempersilakanku makan ! mengapa kau menampakkannya kepadaku di awal, jika tidak pernah berniat untuk membiarkan aku memiliki hartaku.?”


“Aku melihat matanya dalam matamu, lebih hitam dari kegelapan. Namun bayangannya tidak akan kembali oleh hanya kesamaan. Kerana apa yang telah hilang dariku tidak akan digantikan. Dan yang tersisa hanyalah kenangan yang menyakitkan.”


“Setiap hembusan angin membawa keharumanmu untukku. Setiap kicauan burung mendendangkan namamu untukku. Setiap mimpi yang hadir membawa wajahmu untukku. Aku milikmu, aku milikmu, jauh maupun dekat. Dukamu adalah dukaku, seluruhnya milikku, di manapun ia tertambat.”


Di alam ini semua hal ditakdirkan untuk binasa, tidak ada yang abadi. Namun, jika Anda “mati” sebelum Anda mati, berpaling dari dunia dan kemunafikan wajahnya, Anda akan meraih keselamatan dalam kehidupan yang abadi. Terserah pada Anda: Anda adalah penentu bagi takdir Anda sendiri. Pada akhirnya kebaikan akan bersatu dengan kebaikan dan keburukan dengan keburukan. Ketika rahasia Anda diteriakkan dari puncak gunung dan gaungnya kembali, Anda akan mengenali suara itu sebagai suara Anda sendiri..


Jalan kita berbeza dan tidak akan pernah bertemu.. Kau adalah sahabat bagi dirimu sendiri. Diriku adalah musuh terbesarku.


Laila...
berlalu masa,saat orang meminta pertolonganku dan sekarang adakah seorang penolong
yang akan memberitahu rahsia jiwaku pada Laila?
wahai Laila...
cinta telah membuatku lemah tak berdaya seperti anak hilang,jauh dari keluarga dan tidak memiliki harta..


wahai angin..
sampaikan salam ku pada Laila! tanyakan padanya adakah dia masih mahu berjumpa denganku?
bukankah aku telah berkorban kebahagianku kerananya?
hingga diri ini terbiar, sengsara di padang pasir gersang..


wahai kesegaran pagi yang murni dan indah, mahukah kau sampaikan kerinduanku pada Laila? belailah rambutnya yang hitam berkilau, untuk mengungkapkan dahaga cinta yg memenuhi hatiku...
wahai angin mahukah kau membawa keharuman rambutnya kepada ku? sebagai pelepas rindu di hati..

Comments :

1
Andian Regha mengatakan... on 

I LIKE.puitis Ɓȃήƍeєë†††

Poskan Komentar

Advertiser

Informasi Terbaru

Alexa

 
Puisi Laila Majnun - Informasi Terbaru
Blogger Template by Blogger Mbojo Share In Premium Wordpress Themes and Blogger Template|Support Informasi Terbaru-Kata Kata Galau-Kabar Terbaru-Kata Kata Penyesalan | Host In Blogger.com

Top  blogs Top Personal blogs